Tips Mengelola Keuangan Keluarga
By Mohammad Risyad Dida
Dalam kehidupan berumah tangga, mengelola keuangan keluarga merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Namun demikian untuk sebagian besar keluarga, mengelola keuangan merupakan hal yang rumit dan membuat frustrasi. Sehingga dirasakan pendapatan selalu terbatas sedangkan kebutuhan selalu tanpa batas.
Untuk mengatasinya, berikut beberapa tips mengelola keuangan keluarga:
• Pahami portfolio keuangan keluarga Anda.
Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.
• Penuhi seluruh kebutuhan Anda.
Kebutuhan yang dimaksud di sini tentu saja kebutuhan vital untuk jangka panjang. Seperti asuransi, pendidikan anak hingga dana pensiun.
• Berbelanja dengan bijak.
Berbelanjalah hanya sebatas penghasilan dan kebutuhan anda. Pada saat akan pergi berbelanja keperluan bulanan, catat apa saja yang hendak dibeli. Bedakanlah kebutuhan dan keinginan.Hati-hati membuka fasilitas kredit, sejak pertama kali menerima gaji, jangan tunda-tunda untuk membayarkan semua kewajiban, seperti cicilan rumah dan kendaraan pribadi, segera lunasi tagihan dan cicilan karena bisa justru membebani anda dengan pengeluaran dan biaya yang lebih besar.
• Menabung.
Buatlah sebuah akun bank khusus untuk tabungan. Menabung sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali, bahkan tabungan sedikit akan membuat sebuah perubahan besar dalam hidup. Tentukan jumlah tabungan, idealnya sejumlah 5-10% dari gaji bersih. Semakin besar kemampuan untuk menabung tentunya akan semakin baik.
• Rajin membuat budget.
Menabung untuk hari tua, kira-kira itulah prinsip dari pengelolaan keuangan keluarga. Dari kelahiran si kecil, biaya pendidikan, dana pensiun hingga kebutuhan sehari-hari, semua harus masuk dalam perencanaan budget. Termasuk juga budget untuk hal tak terduga.
• Sepakat antara suami dan istri
Berbicara perencanaan keuangan keluarga tidak dapat lepas dari peran suami dan istri yang menjalankan rumah tangga. Untuk itu Anda perlu sepakat dengan pasangan bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Dalam setiap pasangan sangat wajar terjadi perbedaan pandangan dan cara melihat sesuatu yang dianggap penting atau tidak. Untuk itu, duduk bersama, bicarakan secara terbuka, dan buat kesepakatan dengan pasangan Anda. Istri harus mengerti kemampuan keuangan suami dan suami pun harus mengerti kebutuhan rumah tangga yang diatur istrinya.
Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu Anda hidup lebih nyaman dan bahagia di hari tua nanti. Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Selamat menyusun rencana keuangan keluarga Anda!
#IEC
By Mohammad Risyad Dida
Dalam kehidupan berumah tangga, mengelola keuangan keluarga merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Namun demikian untuk sebagian besar keluarga, mengelola keuangan merupakan hal yang rumit dan membuat frustrasi. Sehingga dirasakan pendapatan selalu terbatas sedangkan kebutuhan selalu tanpa batas.
Untuk mengatasinya, berikut beberapa tips mengelola keuangan keluarga:
• Pahami portfolio keuangan keluarga Anda.
Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.
• Penuhi seluruh kebutuhan Anda.
Kebutuhan yang dimaksud di sini tentu saja kebutuhan vital untuk jangka panjang. Seperti asuransi, pendidikan anak hingga dana pensiun.
• Berbelanja dengan bijak.
Berbelanjalah hanya sebatas penghasilan dan kebutuhan anda. Pada saat akan pergi berbelanja keperluan bulanan, catat apa saja yang hendak dibeli. Bedakanlah kebutuhan dan keinginan.Hati-hati membuka fasilitas kredit, sejak pertama kali menerima gaji, jangan tunda-tunda untuk membayarkan semua kewajiban, seperti cicilan rumah dan kendaraan pribadi, segera lunasi tagihan dan cicilan karena bisa justru membebani anda dengan pengeluaran dan biaya yang lebih besar.
• Menabung.
Buatlah sebuah akun bank khusus untuk tabungan. Menabung sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali, bahkan tabungan sedikit akan membuat sebuah perubahan besar dalam hidup. Tentukan jumlah tabungan, idealnya sejumlah 5-10% dari gaji bersih. Semakin besar kemampuan untuk menabung tentunya akan semakin baik.
• Rajin membuat budget.
Menabung untuk hari tua, kira-kira itulah prinsip dari pengelolaan keuangan keluarga. Dari kelahiran si kecil, biaya pendidikan, dana pensiun hingga kebutuhan sehari-hari, semua harus masuk dalam perencanaan budget. Termasuk juga budget untuk hal tak terduga.
• Sepakat antara suami dan istri
Berbicara perencanaan keuangan keluarga tidak dapat lepas dari peran suami dan istri yang menjalankan rumah tangga. Untuk itu Anda perlu sepakat dengan pasangan bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Dalam setiap pasangan sangat wajar terjadi perbedaan pandangan dan cara melihat sesuatu yang dianggap penting atau tidak. Untuk itu, duduk bersama, bicarakan secara terbuka, dan buat kesepakatan dengan pasangan Anda. Istri harus mengerti kemampuan keuangan suami dan suami pun harus mengerti kebutuhan rumah tangga yang diatur istrinya.
Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu Anda hidup lebih nyaman dan bahagia di hari tua nanti. Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Selamat menyusun rencana keuangan keluarga Anda!
#IEC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar